Indonesia Pearl of the Pacific: Directed by Mercedes Ildefonso Velgot.
In2015, the Yakushi Pearl Award was established to award the most brilliant performer. In 2016, the Japan Society (organiser of Japan Cuts festival) from New York City established the JAPAN CUTS Award for films with exceptional excitement and creativity, mainly for Japanese independent films and films screened by Indie Forum.
PrimeMinister Shinzo Abe's planned visit to Pearl Harbor late this month — the first by an incumbent leader of Japan — should serve to confirm the reconciliation between World War II
Acommitment to craft, quality, and hard work. Since its origins, Pearl has been committed to craft: stone masons, barrel builders (coopers), and brewers brought the site to life; together they embodied a commitment to quality and respect for the beauty of a job well done. Today, our chef-led restaurants, locally owned storefronts, cultural
Okto Indonesian Pearl Festival 2016, Ajang Promosi dan Branding Mutiara Indonesia
Vay Tiền Trả Góp Theo Tháng Chỉ Cần Cmnd.
Pernah kenal istilah Indonesian South Sea Pearls? Istilah ini memang jarang terdengar apalagi terungkap didepan publik lantaran menggunakan bahasa inggris. Namun begitu sebenarnya Indonesian South Sea Pearl atau lebih sering disingkat sebagai ISSP itu ternyata adalah sebuah istilah untuk menyebutkan mutiara dari laut selatan Indonesia. Singkatnya, itu adalah sebutan untuk mutiara selatan asal Indonesia. Mungkin bagi Anda yang belum pernah mengenal istilah ISSP bakal enggak menyangka kalau mutiara asal negara kita adalah yang terbaik didunia. Sejujurnya, hal tersebut tidaklah mengherankan mengingat mutiara yang berasal dari Indonesia ini memiliki kualitas tinggi dan terbaik dari negara lain didunia. Mutiara laut selatan Indonesian South Sea Pearl berasal dari Pinctada Maxima, yaitu spesies tiram mutiara terbesar didunia. Spesies tiram ini memiliki dua varietas berbeda; tiram berbibir putih dan tiram berbibir emas. Pinctada Maxima menghasilkan mutiara laut selatan dengan warna yang bervariasi, mulai dari putih, silver, merah muda, emas, krim dan kombinasi warna-warna dasar. Mutiara laut selatan ISSP adalah jenis mutiara paling besar, langka dan berharga didunia. Selain itu, mutiara ISSP juga memiliki karakter yang khas dan unik sehingga sulit dijiplak oleh produsen mutiara negara lain. Oleh karena itu, kagak heran kalau dari 100 persen perdagangan mutiara yang terjadi didunia, sekitar 70 persennya diantaranya merupakan Mutiara Asli Indonesia atau lebih dikenal dengan sebutan Indonesian South Sea Pearls ISSP. Indonesia sendiri adalah negara penghasil mutiara laut selatan atau Indonesian South Sea Pearl terbesar didunia. A photo posted by Indonesian Pearl Festival indonesianpearlfestival2016 on Oct 12, 2016 at 457pm PDT Walau itu adalah suatu kebanggaan, namun sungguh disayangkan ternyata dibalik itu terungkap pula kalau beberapa mutiara laut selatan Indonesia ISSP yang dibawa keluar negeri kerap kali diadopsi dengan label atau brand lain, yang kemudian mengakibatkan asal muasal mutiara itu tidak teridentifikasi lagi. Jika mutiara asal Indonesia diadopsi begitu saja tanpa diberi label Made in Indonesia maka akibatkanya akan memudarkan eksistensi Indonesian South Sea Pearls ISSP sebagai kebanggaan milik Indonesia. Selain itu, hal tersebut sedikit-banyak juga akan merugikan negara kita. Terlepas dari hal itu, bagaimanapun juga dunia permutiaraan di Indonesia tergolong masih belum optimal. Maksudnya, jumlah orang yang melakukan "pembudidayaan mutiara" di Indonesia masih tergolong rendah. Padahal, kalau dilihat dari potensi yang ada, negara kita ini merupakan negara kepulauan terbesar didunia, yang artinya kita juga mempunyai garis pantai terpanjang kedua di dunia setelah Kanada. Di sisi laut, kita juga memiliki sumber daya yang melimpah ruah, tidak melulu soal ikan, tapi juga mutiara laut selatan ISSP yang dikenal begitu berharga. Walaupun Punya Potensi Alam yang Besar, Tapi Kenapa Permutiaraan Laut Selatan Belum Optimal? Penyebab dari belum optimalnya dunia permutiaraan di Indonesia sendiri adalah lantaran kurangnya pemahaman dan pembelajaran mengenai mutiara itu sendiri. Memang hal ini sungguh sangat disayangkan, karena jika saja permutiaraan di Indonesia itu maju bukannya tidak mungkin hal itu juga akan menaikkan taraf perekonomian masyarakat Indonesia, khususnya yang tinggal di pesisir. Selain akan meningkatkan perekonomian, naiknya dunia permutiaraan Indonesia juga akan memberikan devisa bagi negara sehingga nantinya hal itu bisa digunakan untuk masalah pembangunan sarana dan prasarana negara agar lebih baik dan maju lagi. Bagaimana Memajukan Permutiaraan Indonesia? Memajukan permutiaraan di Indonesia itu memang tidak mudah. Hal itu mungkin karena masyarakat pesisir menilai kalau permutiaraan tidak praktis karena dalam pembudidayaannya membutuhkan proses dan waktu yang lama sehingga mereka pun lebih memilih untuk menjadi nelayan yang hasilnya bisa dihitung perhari padahal keuntungan budidaya itu mutiara besar loh. Menyadarkan masyarakat pesisir agar mau mengembangkan permutiaraan itu juga bukan perkara mudah. Karena kalau penyadaran hanya dengan pembicaraan saja belum cukup tanpa adanya bimbingan tentang bagaimana pengajaran budidaya mutiara. Lagi pula, pengajaran tentang pengetahuan mutiara itu sangat penting agar proses pembentukan mutiara itu berhasil dan memiliki kualitas yang tinggi. Menurutku, ada baiknya jika pemerintah daerah pesisir ada yang mau melakukan sosialisasi disertai pembelajaran agar permutiaraan Indonesia jadi lebih maju. Metode pembelajarannya pun bisa dilakukan dengan mengirimkan beberapa orang pembimbing ke daerah tertentu, memberikan buku panduan, atau bahkan dengan menyediakan website khusus yang berisi artikel dan video pembudidayaan budidaya mutiara. Keuntungan Bila Budidaya Mutiara Indonesia Maju Biarkan Mereka yang Menggunakan tapi Kita Yang Menikmati Hasilnya Walaupun mutiara laut selatan atau ISSP adalah milik kita tapi kalau yang menggunakannya adalah orang asing maka biarkan saja, asalkan kita yang menggenggam hasilnya. Lagi pun, mutiara itu tidak akan habis selama ada masyarakat Indonesia yang mau membudidayakannya. Maka dari itu, sebagai warga negara Indonesia ada baiknya kita tumbuhkan rasa kepemilikan terhadap mutiara ISSP, baik dengan membudidayakannya ataupun mempromosikannya. Kilau Mutiara Indonesian South Sea Pearl sumber Berbicara mengenai promosi mutiara, pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan KKP ternyata sudah melakukan promosi terhadap mutiara Indonesia yaitu dengan mengadakan Indonesian Pearl Festival 6th Indonesian Pearl Festival 2016. Festival mutiara ini sebenarnya sudah pernah diadakan ditahun 2011 dan kali ini akan diadakan lagi di tanggal 9-13 November 2016 dengan tema The Magnificent Indonesian South Sea Pearl di Lippo Mall Kemang. NB Blog ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diadakan oleh KKP
Jakarta Antara Bali - Maritime Affairs and Fisheries Minister Susi Pudjiastuti hopes that the Indonesian Pearl Festival IPF 2016 will introduce Indonesias original pearls to the world. "I hope the Indonesian South Sea Pearl ISSP would be introduced to pearl stakeholders and enthusiasts. The exhibition which has been held regularly would open access to the people," the minister said when opening the IPS in Jakarta Wednesday. The exposition displays the Indonesian sea kept pearls to the public she said. It was the duty of everyone to introduce the Indonesian pearl to pearl stakeholders and enthusiasts, the minister said. If the ISSP is recognized as a new commodity which has a high value, it would benefit Indonesia, as it would serve as a new source of economy to Indonesia. The Indonesian pearl has good potential for the world market and therefore, noted designers are called on to present the latest pearl designs, she stated. "Many people will come to know and love the pearl when they see the creative and up to date designs," the minister added. If the Indonesian pearl potential is cultivated properly it would boost the Indonesian economy, Minister Susi reminded earlier. Pearls have become the target of illegal export practices, she said, and added that in 2014 the pearl exports to Hong Kong were worth US$ million. The figure is very different from the Indonesian pearl export data. In 2015, Hong Kong imported pearls from Indonesia worth $ million. But Indonesias pearl export data to Hong Kong showed that it was worth only about $1 million.WDY
Berbagi Seni, Kuliner, Wisata, Buku dan Musik
Untuk keenam kalinya, Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan KKP akan menggelar pameran mutiara bertajuk Indonesian Pearl Festival IPF. Acara yang digelar setiap setahun sekali pada bulan November ini disosialisasikan dalam sebuah pra-event yang mengundang para wartawan, blogger, fotografer, disainer serta para nelayan dan pedagang dari seluruh Indonesia pada hari Kamis, 13 Oktober 2016 yang lalu di Gedung Mina Bahari III, Jakarta. Sosialiasi pra-event dengan mendatangkan berbagai kalangan ini, selain untuk menyebarkan informasi mengenai pameran, juga untuk mengumumkan berbagai jenis lomba yang diselenggarakan KKP. Lomba-lomba yang berkaitan dengan IPF ini ada lomba menulis blog, lomba fotografi, dan lomba disain aksesoris, yang mengangkat tema “Menguak Tabir Indonesian South Sea Pearls“. Ibu Susi Pudjiastuti berdiri, Menteri Kelautan dan Perikanan dalam acara sosialisasi pra-event Indonesian Pearl Festival 2016 di Gedung Mina Bahari III, 13 Oktober 2016, Jakarta. foto Selain itu, masih berkaitan dengan IPF, akan dilaksanakan juga forum bisnis bagi para investor dan businessmen bertajuk Sharpening Fisheries Business Work for Everyone. Forum ini dimaksudkan menjadi jembatan antarpelaku sektor usaha kelautan dan perikanan, baik di dalam maupun luar negeri. Selain itu, diharapkan juga forum tersebut akan menarik para investor untuk berbisnis mutiara di Indonesia. Ibu Susi Pudjiastuti, Menteri KKP, juga turut hadir pada pra-event IPF yang berlangsung mulai dari pagi hari sebagai pembicara utama. Menteri yang dikenal dengan penampilan nyentriknya serta kelugasannya dalam berbicara mengemukakan bahwa nilai perdagangan bisnis mutiara di Indonesia meningkat setiap tahunnya hingga ke angka 31,2 juta USD pada tahun 2015. Fakta ini memberikan manfaat terhadap meningkatnya jumlah tenaga kerja yang bergelut di bidang ini, yaitu sekitar 53 ribu orang pekerja dengan 200 orang di antaranya adalah tenaga ahli WNI. Jumlah pelaku usaha mutiara lainnya, seperti pembudidaya, eksportir, pengecer dan pengrajin yang tercatat ada sekitar 88 orang. Performa ekspor mutiara Indonesia selama empat tahun terakhir mengalami peningkatan. foto sumber dokumen KKP Agar semakin banyak perusahaan yang berminat untuk terjun ke bisnis mutiara, maka Ibu Susi meminta para pengusaha untuk membuat company profile yang jelas dengan aset yang transparan, karena biasanya bank justru lebih tertarik memberikan hibah atau pinjaman dana ke perusahaan-perusahaan yang memiliki aset dan prospek besar. Bahkan, Presiden Jokowi menetapkan sektor perikanan dan kelautan, termasuk berbisnis mutiara, sebagai sektor andalan pemerintah untuk pertumbuhan ekonomi nasional. KKP berkomitmen untuk mendukung bisnis di sektor ini dengan total anggaran mencapai 5 Trilyun rupiah. Briefing bagi para peserta lomba IPF 2016, menghadirkan di antaranya Ibu Nelia Suhaimi selaku ketua Asosiasi Budidaya Mutiara Indonesia. foto Setelah peresmian pra-event, acara dilanjutkan dengan briefing para peserta lomba blog, foto dan disain di ruangan terpisah. Dihadiri sekitar 100 orang blogger, fotografer dan disainer, acara ini juga menjadi ajang tanya jawab dengan para pelaku bisnis mutiara yang diwakili oleh Ibu Nelia Suhaimi dari Asosiasi Budidaya Mutiara Indonesia ASBUMI. Setidaknya, peserta bisa mempunyai gambaran lebih jelas mengenai mutiara yang berkualitas baik, yaitu yang berumur sedikitnya 4 tahun di bawah permukaan air laut. Berikut ini enam unsur yang menentukan sebutir mutiara berkualitas baik Bentuk yang bulat sempurna Kilau cahaya yang dipantulkan Permukaannya mulus Warna Ukuran Harga jual Mutiara hasil budidaya yang di-display selama acara pra-event IPF 2016. Ada 6 unsur yang menentukan kualitas sebutir mutiara. foto Pameran IPF 2016 akan dilaksanakan mulai tanggal 9 hingga 13 November 2016 di Lippo Mal Kemang, Jakarta. Selama berlangsungnya pameran nanti, para pengunjung dapat memanfaatkan berbagai sesi untuk menambah pengetahuan tentang mutiara, seperti Klinik Mutiara dan Focus Discussion Group. Para pebisnis dan pedagang mutiara juga dapat turut berpartisipasi dalam acara lelang mutiara. Teman-teman bisa memantau berita mengenai acara IPF 2016 ini di laman Facebook, Twitter dan Instagram Indonesian Pearl Festival 2016. Ayuk kita ramaikan hajatan IPF 2016 dan menambah pengetahuan kita untuk menguak tabir mutiara laut selatan dari Indonesia! ***
indonesia pearl festival 2016